SWARANESIA.COM-Calon Gubernur Jambi dicecar Provinsi Jambi mengalami defisit anggaran. Namun Al Haris mengatakan tidak defisit, Al Haris berbohong?
Provinsi Jambi tidak defisit disebut Al Haris pada Jumpa pers usai debat calon wakil gubernur Jambi beberapa waktu lalu.
” Jambi tidak lagi defisit, ” katanya.
Namun fakta mengatakan hal yang lain. Anggota DPRD Provinsi Jambi menyoroti tinggi nya angka defisit APBD Pemerintah Provinsi Jambi tahun 2023.
DPRD Provinsi Jambi Provinsi Jambi menilai angka tersebut dianggap tidak biasa terjadi, karena angkanya sudah mencapai Rp499 miliar.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata mengatakan, terjadi nya defisit APBD Pemprov Jambi menunjukkan masih lemahnya pengelolaan keuangan daerah Pemerintah Provinsi Jambi.
“Iya kita menilai lemah dan tidak optimal nya pengelolaan keuangan daerah, begitu juga kinerja perangkat daerah juga belum maksimal dalam mencapai target yang telah disahkan,” kata Ivan Wirata.
Berdasarkan Peraturan menteri keuangan republik Indonesia Nomor 194/PMK.07/2022 Tentang Batas Maksimal defisit APBD tahun anggaran 2023 sebagaimana yang di jelaskan pada pasal 3 poin a. batas maksimal Defisit APBD tahun anggaran 2023 masing-masing daerah ditetapkan berdasarkan kategori kapasitas fiskal daerah sebesar 2,8 persen.
Dari angka itupun diperkirakan Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2023 untuk kategori sangat tinggi.
“Namun kita ketahui APBD Provinsi Jambi tahun 2023 di sahkan sebesar 5,5 triliun dan kemudian mengalami defisit anggaran lebih dari Rp400 miliar atau 7,27 persen dari APBD Provinsi Jambi. Maka Defisit anggaran yang terjadi di Provinsi Jambi jauh melewati batas maksimal sebagaimana dijelaskan pada peraturan tersebut diatas yaitu 2,8 persen yang mana defisit anggaran di Provinsi Jambi mencapai Rp400 miliar atau jika dipersentasekan sebesar 7,27persen,” tutupnya
Selain itu Krisis keuangan terus menghantui Pemerintah Provinsi Jambi, bahkan di tahun 2025 nanti Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi mengalami penurunan yang drastis, kurang lebih dari 833 Milyar lebih. Sebuah angka yang besar dan mempengaruhi capaian pembangunan Provinsi Jambi.
Kenyataa pahit ini diketahui dari KUA PPAS APBD Murni tahun 2025 yang hanya diproyeksikan sebesar 4,360,382,820,291 (Empat Triliun Tiga Ratus Enam Puluh Milyar lebih). Besaran APBD ini jauh lebih kecil dibanding APBD perubahan tahun 2024 yang mencapai 5.193.411.463.748 ( Lima Triliun Seratus Sembilan Tiga Milyar lebih).